Jumat, 26 Desember 2014

Jadikan lukamu senikmat kau memakan coklat-

Aku memang tidak pernah menuntut untuk jadi wanita yang sempurna,karna memang tidak bisa ada yang begitu. Aku yakin semua orang baik kamu pasti mempunyai kekurangan masing-masing didiri kita.

Tidak lebih dari luka dan bahagia...
selalu kata-kata itu yang menjadi peran utama dalam cinta..
tetapi aku tetap tidak bisa menjadi yang sempurna walau itu kau paksa...

Setelah sudah amat sangat cinta,tidak ada masalah tentang wanita..
''kekuranganpun yang kau masalahkan ? iya
itu alasannya mengapa kau tak pernah mengenalkan aku dengan keluarga bahkan temanmu?
kau malu memiliki pacar yang serba kekurangan ini?

Tidak tahukah kamu? aku tidak pernah berusaha menjelekan kamu,aku malah slalu berusaha membanggakanmu didepan teman-teman bahkan orang tuaku.

Tidakkah kau ingat? beberapa bulan lalu?saat kau hina aku di percakapan singkat di handphonemu,kau mengejekku seenak perutmu? didepan teman-teman mu..

Kurasa,caraku mencintaimu tidak kekurangan kasih,tidak kehausan rindu bahkan kelaparan akan cinta..
tetapi mengapa slalu kekurangan ku yang menjadi bahan olok'anmu,sekali lagi Aku hanyalah wanita biasa yang tak akan pernah bisa kau ubah !

Dan sekarang aku hanya bisa merelakan kamu untuk mencari wanita baru yang jauh lebih sempurna daripada aku,yang jauh lebih bisa kau akrab kan dengan orang tua dan saudara-saudaramu,yang tidak bertingkah dan seegois aku.

Jadikan setiap cinta itu bagaikan kau memakan coklat.
dari pahit sampai kau bertemu pada manis dirasanya.

Dan jadikan pula luka mu bagaikan kau memakan coklat..
bahwa walaupun begitu banyak coklat kau rasa pahit,pasti ada coklat yang berasa manis dan pernah menghangatkanmu.

makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan,tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali..

Aku Merelakanmu.....



Jumat, 05 Desember 2014

Kurahasiakan Rindu Pada Rintik Hujan---


\

Entah dia seakan menjelma menjadi apa sekarang dihati ini. Teman,saudara atau bahkan sebagai orang asing lagi. Dia yang selalu mengartikan aku akan tawa,dia yang slalu menemaniku dalam sepi dan sendiri. Dan kini pergi entah kemana,berkelana mencari kehidupan baru lagi bersama wanita lain lagi. Kami yang sama-sama mencintai hujan yang pernah menyatukan kami disatu atap disebuah plaza,melihat rintik'a

n air yang jatuh dari ketinggian langit pucat,memandang sebuah toko lukisan disebrang jalan,bersama. Bersama puluhan anak tangga yang terbentang panjang untuk menyebrang diatas sana...

Ingat sekali disaat kami tertawa bersama dalam sebuah kenangan dikala hujan,ditemani pena yang menari-nari diatas kertas,meluncurkan tintanya dibadan putih tak bersuara. Kita lewati bersama disana,tepat didepan plaza kota ini.

Kini semua itu hanya kenangan...
Wanita barumu yang buatku makin luka dan merana.
Aku hanya bisa merelakan semua yang kupunya dimiliki orang lain,karna tak selama yang dicintai harus kita miliki .

Kurahasiakan rindu ini dibalik rintihan hujan.

Aku merindukan sosok yang pernah jadi semangatku,Aku merindukan sosok yang pernah menjadi alasan  mengaa aku bisa tertawa lepas bahkan lupa yang namanya masalalu pahitku.

Tapi mengapa  hanya sesingkat ini?Pertemuan kita yang begitu indah?
Apa kurang dan salahku padamu ? Mengapa kau buat aku sesakit ini ?

Ini sakit yang nyata-
Kamu yang ku kenal setia,kini menjadi laki-laki pendusta.

Cukup sekian sakitku kau taruh dihati ini,aku tak mau dekat bahkan seakan kenal denganmu lagi :") Terimah Kasih untuk semua ini.