Entah dia seakan menjelma menjadi apa sekarang dihati ini. Teman,saudara atau bahkan sebagai orang asing lagi. Dia yang selalu mengartikan aku akan tawa,dia yang slalu menemaniku dalam sepi dan sendiri. Dan kini pergi entah kemana,berkelana mencari kehidupan baru lagi bersama wanita lain lagi. Kami yang sama-sama mencintai hujan yang pernah menyatukan kami disatu atap disebuah plaza,melihat rintik'a
Ingat sekali disaat kami tertawa bersama dalam sebuah kenangan dikala hujan,ditemani pena yang menari-nari diatas kertas,meluncurkan tintanya dibadan putih tak bersuara. Kita lewati bersama disana,tepat didepan plaza kota ini.
Kini semua itu hanya kenangan...
Wanita barumu yang buatku makin luka dan merana.
Aku hanya bisa merelakan semua yang kupunya dimiliki orang lain,karna tak selama yang dicintai harus kita miliki .
Kurahasiakan rindu ini dibalik rintihan hujan.
Aku merindukan sosok yang pernah jadi semangatku,Aku merindukan sosok yang pernah menjadi alasan mengaa aku bisa tertawa lepas bahkan lupa yang namanya masalalu pahitku.
Tapi mengapa hanya sesingkat ini?Pertemuan kita yang begitu indah?
Apa kurang dan salahku padamu ? Mengapa kau buat aku sesakit ini ?
Ini sakit yang nyata-
Kamu yang ku kenal setia,kini menjadi laki-laki pendusta.
Cukup sekian sakitku kau taruh dihati ini,aku tak mau dekat bahkan seakan kenal denganmu lagi :") Terimah Kasih untuk semua ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar